Keagungan Al-Quran tidak dapat disangkal lagi. Dalil-dalil yang menunjukkan hal ini sangatlah banyak dan bertebaran baik di dalam Al-Quran maupun Sunnah. Selain itu juga dibuktikan dengan realita yang ada. Bahkan Al-Quran adalah sebaik-baik kitab yang Allah turunkan di muka bumi dan merupakan penyempurna kitab-kita terdahulu.

Jika demikian kenyataannya, maka tentunya orang-orang yang dalam hari-harinya disibukkan dengan Al-Quran baik dengan membacanya atau menghafalkannya mereka adalah sebaik-baik manusia, hal ini berbanding lurus dengan keagugan Al-Quran itu sendiri. Berikut sembilan keutamaan membaca dan menghafalan Al-Quran, yang semoga dengan mengetahuinya kita akan semakin mencintai Al-Quran dan gemar mengisi hari-hari kita dengan lantunan bacaan Al-Quran.

Pertama, Al-Qur’an Akan Menjadi Ayafa’at pada Hari Kiamat

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

اقْرَأُوْا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِيْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيْعًا لِأَصْحَابِهِ

“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafa’at bagi shahibul Qur’an.” (HR Muslim)

Kedua, derajat tinggi di Surga.

Semakin banyak hafalannya, akan semakin tinggi kedudukan yang akan didapatkan olehnya di surga kelak. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآن اِقْرَأ وَارْتَقِ، وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّل فِيْ الدُنْيَا، فَإِنَّ مَنْزلكَ عِنْدَ آخِر آية تَقْرَؤُهَا

“Akan dikatakan kepada shahibul qur’an (di akhirat) : bacalah dan naiklah, bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membaca dengan tartil di dunia. karena kedudukanmu tergantung pada ayat terakhir yang engkau baca.” (HR Abu Daud)

Ketiga, menjadi Sebaik-baik manusia.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari)

Keempat, Allah Mengangkat Derajat Shahibul Qur’an

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إِنَّ الله يَرْفَع بِهَذا الكِتَاب أَقْوَاماً وَيَضَع بِهِ آخَرِيْن

“Sesungguhnya Allah mengangkat beberapa kaum dengan Al Qur’an ini dan menghinakan yang lain dengannya” (HR Muslim)

Kelima, penghafal Al-Qur’an lebih diutamakan menjadi Imam Sholat

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

يَؤُمُّ القَوْم أَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللهِ

“Hendaknya yang mengimami sebuah kaum adalah yang paling aqra’ terhadap kitabullah.” (HR Abu Daud)

Keenam, ditemani para malaikat

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَثَلُ الَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهْوَ حَافِظٌ لَهُ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ ، وَمَثَلُ الَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهْوَ يَتَعَاهَدُهُ وَهْوَ عَلَيْهِ شَدِيدٌ ، فَلَهُ أَجْرَانِ

“Orang yang membaca dan menghafal al-Quran, dia bersama para malaikat yang mulia. Sementara orang yang membaca al-Quran, dia berusaha menghafalnya, dan itu menjadi beban baginya, maka dia mendapat dua pahala.” (HR Al-Bukhari)

Ketujuh, di akhirat akan diberi mahkota dan pakaian kemuliaan

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda :

يَجِىءُ الْقُرْآنُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيَقُولُ يَا رَبِّ حَلِّهِ فَيُلْبَسُ تَاجَ الْكَرَامَةِ ثُمَّ يَقُولُ يَا رَبِّ زِدْهُ فَيُلْبَسُ حُلَّةَ الْكَرَامَةِ ثُمَّ يَقُولُ يَا رَبِّ ارْضَ عَنْهُ فَيَرْضَى عَنْهُ فَيُقَالُ لَهُ اقْرَأْ وَارْقَ وَتُزَادُ بِكُلِّ آيَةٍ حَسَنَةً

“Al-Quran akan datang pada hari kiamat, lalu dia berkata, “Ya Allah, berikan dia perhiasan.”

Lalu Allah berikan seorang hafidz al-Quran mahkota kemuliaan.

Al-Quran meminta lagi, “Ya Allah, tambahkan untuknya.”

Lalu dia diberi pakaian perhiasan kemuliaan. Kemudian dia minta lagi, “Ya Allah, ridhai dia.”

Allah-pun meridhainya. Lalu dikatakan kepada hafidz quran, “Bacalah dan naiklah, akan ditambahkan untukmu pahala dari setiap ayat yang kamu baca.” (HR At-Tirmidzi)

Kedelapan, orangtuanya akan diberi mahkota dari Cahaya.

من قرأ القرآن وتعلَّم وعمل به أُلبس والداه يوم القيامة تاجاً من نور ضوؤه مثل ضوء الشمس ، ويكسى والداه حلتين لا تقوم لهما الدنيا فيقولان : بم كسينا هذا ؟ فيقال : بأخذ ولدكما القرآن

“Siapa yang menghafal Al-Quran, mengkajinya dan mengamalkannya, maka Allah akan memberikan mahkota bagi kedua orang tuanya dari cahaya yang terangnya seperti matahari. Dan kedua orang tuanya akan diberi dua pakaian yang tidak bisa dinilai dengan dunia.

Kemudian kedua orang tuanya bertanya, “Mengapa saya sampai diberi pakaian semacam ini?”

Lalu disampaikan kepadanya, “Disebabkan anakmu telah mengamalkan Al-Quran.”

(HR Hakim)

Kesembilan, dengan Menghafal Al-Quran menjadikan seseorang mulia

Imam Syafi’i rahimahullah berkata:

مَنْ تَعَلمَّ الْقُرْآنَ عَظُمَتْ قِيْمَتُهُ، وَمَنْ نَظَرَ فِي الْفِقْهِ نَبُلَ قَدْرُهُ، وَمَنْ كَتَبَ الْحَدِيْثَ قَوِيَتْ حُجَّتُهُ، وَمَنْ نَظَرَ فِي اللُّغَةِ رَقَّ طَبْعُهُ، وَمَنْ نَظَرَ فِي الْحِسَابِ جَزُلَ رَأْيُهُ، وَمَنْ لَمْ يَصُنْ نَفْسَهُ، لَمْ يَنْفَعْهُ عِلْمُهُ

“Barangsiapa yang mempelajari Al-Quran maka kedudukannya menjadi agung, barangsiapa yang belajar fiqih maka kehormatannya menjadi mulia, barangsiapa yang menulis Hadits maka hujjahnya menjadi kuat, barangsiapa yang belajar bahasa maka tabiatnya menjadi lembut, barangsiapa yang belajar berhitung maka pendapatnya menjadi kuat, barangsiapa yang tidak menjaga dirinya maka ilmunya tidak dapat memberi manfaat kepadanya.”

Dan ingatlah wahai sahabatku…

Tak perlu anda ceritakan kepada oranglain  sebanyak apa hafalan Quran anda, namun biarkan mereka melihat sendiri pengaruh Al-Quran pada dirimu. Karena sesungguhnya yang menjadi tolak ukur bukanlah sampai juz berapa anda menghafal Al-Quran, namun yang menjadi seberapa besarkah  pengaruh Al-Quran itu bisa sampai pada jiwamu (ibadah, akhlak dan muamalahmu dengan orang-orang disekitarmu).

____

Referensi:

  1. At-Tibyan Fii Adabi Hamalat Al-Quran, Imam An-Nawawi
  2. Akhlaq Ahlu Al-Quran, Muhammad bin Al-Husain Al-Ajurib

***

Disusun oleh : Muhammad Fatwa Hamidan

(Mahasiswa S1 di Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia)